Mampir ke Rumah Pembuangan Proklamator
Ada banyak pilihan tempat wisata saat berekreasi ke Pulau Bangka, tidak hanya wisata pantai aja. Salah satunya adalah berwisata sejarah. Presiden Sukarno dan Mohammad Hatta, mantan presiden RI pertama dan wakilnya pernah diasingkan Belanda di Bukit Menumbing, Muntok, Pulau Bangka.
Wisatawan bisa melihat rumah bekas pembuangan. Juga mobil bekas dipakai saat Bung Karno dan Bung Hatta dibawa ke sana. Mobil Ford Deluxe 8 warna hitam tersebut masih terawat dan terparkir di dalam rumah tersebut. Kebanyakan pengunjung menjadikan mobil ini untuk latar belakang foto bersama.
Rumah pembuangan ini bisa dicapai sekitar dua jam dari kota Pangkalpinang ke arah Kota Muntok kemudian naik ke pegunungan. Lokasi jalannya menanjak dan melewati hutan Bukit Menumbing. Jalan itu hanya cukup untuk satu mobil. Sehingga saat pemberhentian terakhir, wisatawan harus bergantian melewati jalan agar tidak berpapasan antara mobil berangkat dan pulang. Hal ini telah diatur petugas keamanan.
Sepanjang jalan menuju Bukit Menumbing melewati hutan, banyak dijumpai batu-batu besar yang terlilit dengan akar-akar pohon-pohon besar. Sangat unik saat melihatnya. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sepinya waktu Proklamator kita dibuang ke Bangka. Sebab, kami saja yang berkunjung ke sana di tahun 2011 ini merasakan sangat sepi dan terpencilnya Bukit Menumbing.
Di Kota Muntok juga terdapat rumah pembuangan kedua proklamator tersebut. Rumah ini masih terawat dan lebih dikenal dengan nama Pesanggrahan Muntok. Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan Belanda di rumah ini. Rumah pengasingan kelihatan kuno tapi masih terawat baik.
Museum Timah
Di Pangkalpinang, ibukota Pulau Bangka, Anda bisa singgah di Museum Timah milik PT Timah. Di gedung ini Anda dapat melihat diorama mulai dari saat timah diambil di tambang sampai timah siap jadi berupa balok timah untuk diekspor.
Di luar halaman Museum Timah juga dijumpai lokomotif kereta uap kuno untuk mengangkut timah zaman dulu. Ada pula mangkok kapal keruk timah menjadi pajangan di halaman. Berkunjung ke museum ini sangat bagus untuk anak-anak. Karena, anak-anak dapat mengenal proses penambangan timah yang merupakan kekayaan alam Indonesia.
Di lingkungan kantor PT Timah juga bisa dijumpai kerajinan dari timah yang dinamakan pewter. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan timah mulai timah batang sampai dijadikan mainan. Ada aneka mainan seperti miniatur kereta api, kapal laut, kaligrafi, dan miniatur pekerja tambang timah. Harga paling murah mulai dari Rp 25.000 untuk gantungan kunci sampai jutaan untuk miniatur kapal yang besar.
Vihara dan Kuliner
Ada banyak vihara di seluruh Pulau Bangka. Hampir di sepanjang jalan antar kabupaten didominasi vihara besar atau kecil. Anda bisa mampir sebentar untuk melihat ornamen bangunan viharanya.
Di dalam kota Pangkalpinang, Anda bisa menjelajah wisata kuliner mulai minum kopi Bangka di warung-warung kopi. Warung kopi banyak tersebar di kota sebagai tempat silaturahmi warga sambil ngobrol-ngobrol. Makanan khas Bangka mulai empek-empek, tekwan, sop ikan, berbagai macam masakan sea food banyak dijumpai di kota ini. Tapi makanan yang harus dicoba adalah mi koba. Mi koba adalah makanan mi asal Bangka yang jarang ditemui di kota lain. Mie Koba merupakan campuran mi dengan tage dan kuah ikan. Kuah ikan ini yang membuat rasa mi khas Bangka tersebut menjadi unik.
Makanan oleh-oleh seperti kerupuk, terasi, ikan asin, otak-otak, merica, banyak dijumpai di sejumlah toko oleh-oleh di Pangkalpinang. Berbagai macam bentuk dan rasa kerupuk ikan, mudah Anda peroleh sebagai oleh-oleh dari kota ini. (Asita Suryanto)



0 komentar:
Posting Komentar