Pages

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

4 Cara Memotivasi Pria

4 Cara Memotivasi Pria


Berikan motivasi kepada pria dengan cara yang tepat.
Salah satu kunci keharmonisan hubungan berpasangan adalah saling menawarkan bantuan, juga memotivasi. Potensi yang dimiliki pasangan kadang tenggelam lantaran minimnya kepercayaan diri. Anda dan pasangan bisa saling menumbuhkan kepercayaan diri, dengan saling memotivasi. Pria juga membutuhkan motivasi, namun sebaiknya sampaikan dengan cara tepat seperti berikut ini.

1. Berikan bukti
Pria berpikir realistis. Jadi berikan si dia bukti, termasuk bukti kesuksesannya selama ini. Saat semangatnya mereda, ingatkan kembali dia dengan menunjukkan bukti-bukti kesuksesannya selama ini. Pria perlu diingatkan kembali, dengan bukti, bahwa ia mampu dan bertalenta, berdasarkan prestasi yang pernah diraihnya.

2. Berikan pujian spesifik
Memuji memang ada baiknya untuk mendongkrak kepercayaan diri. Namun, terlalu sering memberikan pujian atas prestasi atau kemampuannya justru menjadi berlebihan dan tak efektif.

Pria membutuhkan dukungan dalam bentuk saran atau masukan yang praktis untuk mencapai keberhasilannya. Berikan penghargaan yang spesifik, untuk menumbuhkan kembali motivasi dirinya. Daripada hanya menyebutkan bahwa si dia berpotensi, akan lebih baik jika Anda menyebutkan langsung bahwa ia mahir berkomunikasi, memiliki kemampuan memimpin yang baik, dan potensi lainnya yang lebih spesifik.

3. Saran dan arahan
Anda bisa sukses memotivasi pria jika memberikan saran dan arahan untuk melakukan langkah kecil. Pria akan lebih mampu menangkap motivasi jika Anda memberikan saran dan arahan yang bisa membimbingnya memulai melangkah.

Misalnya, jika si dia berencana memulai bisnis baru. Ajak ia merencanakan memulai bisnis dengan membantunya membuat daftar tahapan kegiatan. Termasuk membuat daftar kontak yang berkaitan dengan bisnisnya.

4. Jangan terlalu berambisi
Ada garis tipis antara bersikap suportif dengan memberikan dukungan dengan ambisius. Mungkin maksud Anda memberikan dukungan dan menyemangati pasangan, namun jika terlalu menunjukkan ambisi pribadi, hasilnya takkan efektif.

Apalagi jika Anda memaksakan pasangan yang sedang kehilangan semangat atau mersa buntu untuk melakukan sesuatu. Meski Anda menginginkan pasangan untuk sukses, berikan motivasi dan dukungan dengan cara yang efektif.

Sumber: SheKnows

Realita Kehidupan

Jono, seorang bocah pinggiran kota yang rela melepas "dunianya" untuk membantu orangtua. Setiap hari jono membantu mengankut dan menjemur batubata. ya…pekerjaan orangtua jono hanyalah pengrajin batubata kecil.anak sekecil jono terpaksa mengerjakan pekerjaan orang dewasa, tidak disuruh…tapi ia tak tega melihat ayahnya bekerja sendirian. jono selalu terlihat riang ketika membantu ayah. tapi, kita tidak tahu apakah jono benar2 periang, ataukah jono menyembunyikan rasa sedihnya agar ayah dan ibu tidak ikut sedih…

Jono si kecil yang tak tega melihat ayahnya bekerja sendiri ikut membantu menyusun dan memindahkan bata. mirisnya, pekerjaan ini tidak dilakukan di hari libur, jono ternyata tak bersekolah. orangtua jono tak sanggup membiayai jono agar tetap duduk di bangku sekolah.

Jono terpaksa membantu orang tuanya di saat teman sebaya nya mengenyam pendidikan di sekolah. disaat teman sebayanya bercanda bersenang2 menikmati masa kanak2. pemerintah semestinya harus lebih tanggap dengan masalah2 seperti ini.

Sungguh Sangat Malang:




wah pantang menyerah,angkut trus!!!


jono bantuin ya pak?




walau panas jono tetep semangat


istirahat sambil main apa adanya! kasian
Inilah keyataan kehidupan, masih banyak jono-jono seperti ini

Kisah Pelari yang Sangat Menginspirasi



Namanya adalah Derek Redmond,pelari pemegang rekor 400 m dari Inggris







Kisahnya terjadi pada olimpiade musim panas di Barcelona tahun 1992.Derek Redmond mulai berlari, namun larinya terhenti pada 150meter. Derek jatuh karena cedera hamstring. Derek terisak-isak. Ia terkapar di arena lari.



Ia bangkit. Ia berlari, sambil terpincang-pincang menahan rasa sakit. Beberapa official mendekatinya dan menyuruhnya berhenti, namun ia tidak menggubrisnya. Ia terus berlari.

Tiba-tiba dari kerumunan penonton, seseorang berlari mendekatinya, setelah berhasil menerobos penjagaan pihak keamanan stadion. Ia merangkul Derek.



Ia mengatakan, "Nak, sebaiknya kamu berhenti. Tidak mungkin kamu bisa menang.."Derek menjawab, "Tidak. Aku harus berlari sampai finish."

Orang itu berkata lagi, "Baiklah. Mari kita berlari bersama. Ulurkan tanganmu ke pundakku..."
Demikianlah, mereka berdua berlari sepanjang lintasan, sampai garis finish.



Kegigihan Derek memukau penonton saat itu.65.000 penonton melakukan standing ovation pada saat ia memasuki garis finish.

Derek kalah dari lomba, namun ia memenangkan hati penonton.Dia mengalahkan rasa sakitnya, dan memenangkan lomba untuk dirinya sendiri.dan,pria yang mendukung sepenuhnya aksi Derek itu adalah ayahandanya,Jim Redmond.



[muftiaziz.javabeanku.com]

Bola Mana Yang Dipilih?

Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik, "Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola di udara.

Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan :
<-1 Pekerjaan
<-2 Keluarga
<-3 Kesehatan
<-4 Sahabat dan
<-5 Semangat

Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh.
Suatu saat, ketika situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, maka lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal !
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.

Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb.

Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga.
Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan.

Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi ?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat ?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis ?

Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang

Jika bisa memberi kenapa harus ditunda????

Jika anak ini bisa membantu,
mengapa “kita yang lebih baik” tidak?


Ia berjalan di depan meja ‘donation’,

kami berpikir: ‘dia akan lewat…’


 
“Saya ingin menyumbang!”
Ia menuang koin dari mangkuknya.
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.


 
Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.


 
“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.


 
Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar
dan … menyumbang!


Orang Bijak Mengatakan,
” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan,
Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. Temukan kebahagiaan dengan memberi “

Disaat........

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang...ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....
»Sebarkan agar banyak org bertindak baik....Doing Good Things From Now!!!

Kabarasik

Zhang Qianqian, Gadis China yang Menggugah Semangat

 
 
Namanya Zhang Qianqian, dan ia bekerja pada tempat pembuatan batu bata di kota Guizou, 12 jam sehari selama liburan musim panas. Selain itu ia juga mengasuh adik perempuan serta sikembar saudara bungsunya. Kisah Zhang membuktikan sebuah semboyan China kuno: “Anak-anak keluarga miskin menjadi penyambung hidup sejak dini.”

Foto-foto Zhang Qianqian ini diambil di tempat kerjanya yaitu tempat pembuatan batu bata di wilayah Cina. Keuletan gadis Cina ini sungguh-sungguh membangkitkan semangat sekaligus membangkitkan rasa iba pada hati setiap orang yang melihat foto-fotonya. Mungkin foto-foto ini harus disimpan dan diperlihatkan kepada anak-anak gadis kita bahkan anak-anak laki-laki sebagai teguran.

Dewasa ini, dunia yang penuh dengan tawaran dunia gemerlap membuat para remaja terjerumus untuk hidup enak dan jatuh dalam pergaulan bebas tanpa memikirkan masa depan mereka. Di sisi lain di dunia sana, negara Cina yang sudah menjadi negara paling maju di dunia masih terdapat potret kelabu remaja mereka yang bekerja untuk menyambung hidup, bahkan menjadi “kepala keluarga” seperti yang dialami oleh Zhang.

Dari foto-foto di bawah ini, tidak tampak raut wajah mengeluh, tetapi yang ada adalah raut wajah kerja keras, ulet dan ceria. Gadis ini patut mendapatkan penghormatan dari kita.




osserem 11 Jul, 2011